🎧 Putar melodi ini, mari berjalan perlahan menyusuri setiap kata.
Melihat tanpa mata, mendengar tanpa telinga dan berbicara tanpa kata. Hati – tentang sebuah perasaan.
Ketika manusia-manusia muda bingung dihadapkan dalam sebuah persoalan, iya, apalagi kalau bukan tentang perasaan. Hati selalu menjadi ruang yang luar biasa hebat. Kau tau kan, ia bagaikan gudang yang luas sekali, mampu menampung banyak rasa tertahan yang ada didalam hatimu. Ia juga bagaikan brankas yang tertutup rapat. Nah, susah sekali menebak apa yang ada didalamnya, tidak semua orang tau isi hatimu, rahasia. Dan satu lagi, ia juga bisa menimbulkan rasa, banyak rasa, berjuta-juta rasa. Bahkan terkadang sampai bingung pula ini rasa apa.
Timbul rasa yang harusnya ada, pun timbul rasa yang harusnya nggak ada. Bahkan ketika dua orang belum pernah berjumpa, belum pernah bertatap muka sebelumnya, perasaan itu sudah muncul duluan. Hebat, bukan? Yaassh, namanya juga “Hebatnya hati – tentang sebuah perasaan”.
Kadang ia datang begitu saja. Tidak mengetuk pintu, tidak mengirimkan tanda-tanda, tidak pula meminta izin terlebih dahulu. Tiba-tiba ada saja rasa yang muncul, lalu diam-diam menetap. Semakin dipikirkan semakin ada. Semakin ingin dilupakan, semakin sering pula ia datang.
Aneh memang.
Bagaimana mungkin sesuatu yang tidak bisa dilihat bisa begitu terasa? Bagaimana mungkin seseorang yang belum pernah kita temui bisa tiba-tiba punya tempat di dalam pikiran? Bagaimana mungkin sebuah percakapan sederhana bisa meninggalkan rasa yang begitu panjang?
Hati memang hebat.
Ia bisa membuat sesuatu yang kecil menjadi terasa besar. Membuat sebuah nama menjadi lebih sering muncul di kepala daripada yang seharusnya. Membuat kita tersenyum hanya karena mengingat sesuatu yang sebenarnya sederhana. Bahkan terkadang membuat kita mencari-cari alasan untuk sekadar mengetahui kabarnya.
Padahal belum tentu dia sedang memikirkan kita.
Nah, kan?
Beginilah hebatnya hati. Kadang ia bisa membawa kita berjalan jauh, bahkan sebelum kaki benar-benar melangkah.
Tapi hati juga perlu dijaga. Sebab tidak semua rasa harus diikuti. Tidak semua rasa harus disampaikan. Tidak semua yang muncul di dalam hati berarti harus dimiliki.
Ada rasa yang cukup diketahui.
Ada rasa yang cukup disimpan.
Ada rasa yang mungkin memang harus dibiarkan tumbuh, tapi ada pula rasa yang harus segera dirapikan kembali.
Karena hati bukan hanya tempat untuk merasa. Ia juga tempat untuk memilih.
Timbul rasa yang harusnya ada, pun timbul rasa yang harusnya nggak ada. Dan mungkin, bagian tersulitnya bukan ketika rasa itu datang, tapi ketika kita harus menentukan apa yang harus dilakukan setelahnya.
Maka, jadilah ‘gudang’ yang luas sekali, ‘brankas’ yang aman dan terkendali. Dan yang lebih penting lagi, jadikan hatimu menjadi gudang dan brankas yang putih, bersih dan suci.
Jangan seringkali dikotori. Banyak sekali perbuatan yang membuat hatimu menjadi kusam. Duh, buruk sekali. Tidak menarik – tidak nyaman dipandang apalagi dirasakan.
Sebab kalau gudang terlalu penuh dengan sesuatu yang tidak perlu, bukankah akan susah mencari sesuatu yang benar-benar kita butuhkan?
Begitu pula hati.
Jangan biarkan ia dipenuhi iri, dengki, marah, kecewa yang berlebihan, atau rasa-rasa yang membuat kita lupa kepada siapa sebenarnya hati itu milik.
Kalau ada rasa yang salah, rapikan.
Kalau ada yang harus dilepaskan, lepaskan.
Kalau ada yang harus dijaga, jagalah dengan baik.
Dan kalau ada seseorang yang begitu kita sukai, begitu kita rindukan, atau begitu kita inginkan untuk tetap tinggal, jangan sampai rasa itu membuat kita lupa bahwa ada yang jauh lebih berhak atas seluruh isi hati kita.
Hati dan Perasaan.
Ingat selalu siapa yang ciptakan.
Ingat selalu untuk apa diciptakan.
Sebab sehebat-hebatnya hati dalam menimbulkan rasa, ia tetap bukan milik kita sepenuhnya.
Kita hanya diberi kesempatan untuk menjaganya.
Dan mungkin, itu bagian paling hebat dari hati.
Ia bisa merasa tanpa diminta, bisa merindu tanpa diperintah, bisa menyayangi tanpa pernah bertemu, tapi tetap harus belajar untuk tahu kapan harus berhenti dan kepada siapa seharusnya semua rasa itu kembali.
Hati – tentang sebuah perasaan.
Hebat, bukan?