Kehidupan?

Kehidupan?

🎧 Putar melodi ini, mari berjalan perlahan menyusuri setiap kata.

Kita tidak sepenuhnya baik dalam menerjemahkan banyak hal, tentang kehidupan misalnya.

Masih banyak paham yang salah tempat. Banyak lupa. Seringkali lalai. Mengulang-ulang salah yang sama, meskipun kemarin sudah pernah dilakukan dan kita tahu rasanya. Tapi hari ini, masih saja terulang lagi, lagi, dan lagi.

Selalu merasa susah belajar dari yang sudah-sudah.

Kadang kita tahu mana yang benar, tapi tetap memilih yang salah. Tahu sesuatu akan berakhir buruk, tapi masih juga dijalani. Sudah pernah kecewa, tapi masih menaruh harapan di tempat yang sama. Sudah pernah jatuh di lubang yang sama, tapi entah bagaimana, kita masih bisa kembali ke sana.

Mungkin memang begitu manusia.

Tidak selalu pandai menerjemahkan apa yang sedang terjadi dalam hidupnya. Tidak selalu mampu memahami mengapa sesuatu harus datang, mengapa sesuatu harus pergi, atau mengapa sebuah kejadian harus berulang sebelum akhirnya kita benar-benar mengerti.

Ada hal-hal yang baru kita pahami setelah kehilangan. Ada yang baru terasa penting setelah tidak lagi kita miliki. Ada nasihat yang baru masuk akal setelah kita sendiri mengalami sakitnya.

Dan mungkin, tidak apa-apa.

Kan manusia, katanya.

Kita memang tidak selalu harus langsung mengerti. Tidak harus selalu benar pada percobaan pertama. Tidak harus selalu berhasil belajar dari satu kesalahan.

Yang mungkin lebih penting adalah, setelah berkali-kali salah, kita masih punya keinginan untuk menjadi sedikit lebih baik dari kemarin.

Meski pelan.

Meski kadang mundur lagi.

Meski sesekali harus mengulang pelajaran yang sama.

Sebab barangkali, menjadi manusia bukan tentang tidak pernah salah. Bukan juga tentang selalu tahu bagaimana menerjemahkan kehidupan dengan tepat.

Mungkin menjadi manusia adalah tentang terus mencoba memahami.

Tentang jatuh, lalu belajar berdiri.

Tentang lupa, lalu kembali mengingat.

Tentang salah, lalu berusaha memperbaiki.

Dan kalau hari ini kita masih mengulang kesalahan yang kemarin, semoga setidaknya kita tidak berhenti mencoba untuk tidak mengulanginya lagi besok.

Karena mungkin, selama masih ada kemauan untuk memperbaiki diri, kita belum benar-benar gagal belajar.